HeadlineNews

Pohon Mati Usai Dipangkas, Metode Perawatan Ruang Hijau Pemkot Bengkulu Dipertanyakan

BENGKULU PUSARAN ONLINE-Pohon-pohon yang berada di sejumlah titik ruas jalan di Kota Bengkulu setelah dilakukan pemangkasan oleh Pemerintah yang sebelumnya tumbuh rindang kini dilaporkan beberapa pohon mengalami kondisi mengering hingga mati.

Pemangkasan pohon sejatinya merupakan bagian dari perawatan dan penataan lingkungan perkotaan. Namun, ketika pemangkasan justru berujung pada matinya pohon, publik patut mempertanyakan metode dan standar yang digunakan dalam pelaksanaannya.

Jika pohon mati setelah dilakukan pemangkasan, maka perlu dilakukan evaluasi secara serius. Pemangkasan yang terlalu ekstrem atau tidak dilakukan dengan teknik yang tepat berpotensi mengganggu kondisi biologis pohon hingga menyebabkan kerusakan permanen.

“Kalau pohon dipangkas untuk dirawat, tetapi hasil akhirnya justru mati, maka yang perlu dipertanyakan bukan hanya nasib pohonnya, melainkan cara pemerintah memperlakukan ruang hijau kota,” menjadi sorotan yang berkembang di tengah masyarakat.

Persoalan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai standar pemeliharaan pohon di ruang publik. Apakah sebelum pemangkasan dilakukan telah ada pemeriksaan terhadap kondisi dan kesehatan pohon? Apakah pekerjaan tersebut dilakukan oleh tenaga yang memahami teknik pemangkasan pohon secara tepat?

Sebab, mengganti pohon yang telah mati dengan bibit baru tidak serta-merta mengembalikan fungsi ekologis pohon dewasa yang telah tumbuh bertahun-tahun.

Media ini mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kepala DLH Kota Bengkulu belum memberikan tanggapan atau memilih bungkam atas konfirmasi yang disampaikan.***

Related Posts

1 of 38